.

great info

.

Konsep Ekosistim UMKM berbasis Sistim Affiliasi Pertama di Indonesia

Tuesday, October 19, 2021

The Man Who Created Robot Hands from Bali, I Wayan Sutawan

The Man Who Created Robot Hands from Bali, I Wayan Sutawan 

With robotic arm technology, he can do anything just like having normal hands, even his robotic hands are controlled from his own mind, this is extraordinary 

 

I Wayan Sutawan, a welder in a small village in Bali, claims to have made a 'bionic arm', but after the story spread. It took about two hours to travel from Denpasar to Nyuhtebel Village, Karangasem, to meet the man nicknamed the 'cyborg' or 'Iron Man from Bali'. 

But of course the junk assembly in his crippled left arm – made up of colorful interwoven wires, serrated wheels, iron and hydraulic pumps – remains a magnet that attracts the attention of only locals, but nationals. The welder called Tawan suddenly became popular after a local newspaper put his story on the main page. Guests have not stopped coming to his welding workshop for the past week. Lost hands The workshop, which is also used as a residence, is about 200 square meters in size. 

Many journalists came to watch Tawan work. It's full of junk: old rusty metal, an old refrigerator, a mountain of used bottles, and also, a few chickens – blended in with cardboard bedding and an old sofa. This story impresses modern inventions and technology, but it turns out to be a story that smells supernatural, or even occult. The commotion in Nyutebel Village began six years ago, the story of Tawan's wife, Nengah Sudiartini, told me. After waking up from sleep, her husband panicked because he couldn't feel his left hand. 




"He asked for help, 'please find my hand!'. I looked for directions, it really wasn't there, I looked under the bed, there wasn't any. After an hour, my son looked at it again and said it was still there. (I) saw: yes, it is still there, I saw it wasn't there." This sounds like a story shrouded in mystery. There's not much that might be unbelievable, especially in modern cities. But in Bali and many in Indonesia are familiar with this conversation? Tawan, continued Nengah, went to several doctors, as well as a shaman, but could not find a definite answer about the cause of the disease. 

Desperate, without money, and unable to work, Tawan then began to assemble the 'robot arm'. To me and the number of other journalists who came that morning, Tawan demonstrated how it works -as has been shown to several other journalists on a dozen previous occasions. Tawan's left hand, which initially seemed limp, suddenly moved, followed by a whooshing sound. 

Can only be moved Tawan To prove it myself, I was among those who tried the device, along with several others. However, we couldn't fully test the robotic arm, because it was said that the arm was designed to fit Tawan's own arm. So we can only try the circle of the head which is called the motion trigger. Wearing that motion trigger on my head for a few dozen seconds, I thought about instructing my arm to move, but to no avail. I thought harder, the arm didn't move either. Finally I gave up. Likewise, other people owned, also no one managed to move the arm. So far, only Tawan himself could operate the arm. 

However, Tawan denied that the alleged arm was a hoax. Tawan said he was sad because he couldn't work after knowing that his hands couldn't be moved. Tawan admits that his system may not be as sophisticated as the electroencephalogram (EEG) he previously claimed. But that doesn't mean the tool is a hoax. 

"The principle is like a philosophical detector," then Tawan explained. "So I made it up in my head. So that the signal is caught by the device. I take advantage of that by providing power." Mechanical engineering experts from Udayana University who have met with Sutawan and saw the machine, are among those who doubt Tawan's claims. "When I met him, the engine was broken. So I asked how it worked," he said. 

Judging from its structure, it is a robot, but there are some components that are lacking," said Wayan Widiada.

“I hesitate to claim that, because basically, robots have three inseparable components, namely mechanical, electrical, and computer programming. The device has a mechanical and electrical structure, but does not have coding. How can that machine take commands without a computer program?" 

A number of lecturers from campuses in Bali also wanted to try Sutawan's creations. But no one has been able to move other than Sutawan himself. Meanwhile, Endra Pitowarno, a lecturer at the Surabaya State Electronics Polytechnic, and also a member of the jury for the national robot contest, believes that Tawan at least uses pneumatics. The temporary conclusion that we can draw is that Wayan's robotic hand still does not meet scientific requirements


Versi Indonersia

Manusia Pencipta Tangan Robot dari Bali, I Wayan Sutawan

Dengan teknologi tangan robot, ia bisa melakukan apa saja percis seperti memiliki kedua tangan yang normal, bahkan tangan robotnya dikendalikan dari pikirannya sendiri, ini sangat luar biasa


I Wayan Sutawan, seorang tukang las di desa kecil di Bali, mengklaim telah membuat 'lengan bionik,' tetapi setelah ceritanya menyebar.

Butuh perjalanan sekitar dua jam dari Denpasar ke Desa Nyuhtebel, Karangasem, untuk bertemu dengan pria yang dijuluki sebagai ‘cyborg’ atau ‘Iron Man dari Bali’.

Namun tentu saja rakitan barang rongsokan di lengan kirinya yang lumpuh – terdiri dari jalinan kabel berwarna-warni, roda bergerigi, besi, dan pompa hidrolik– tetap menjadi magnet yang menyedot perhatian tak hanya warga lokal, tapi nasional.


Baca juga : Rumus Unik Mengundang Hoki


Tukang las yang dipanggil Tawan ini tiba-tiba saja populer setelah sebuah surat kabar lokal menempatkan kisahnya di halaman utama. Tamu tak berhenti datang ke bengkel lasnya selama sepekan terakhir.

Tangan hilang

Bengkel yang juga dipakai sebagai tempat tinggal itu berukuran sekitar 200 meter persegi.

Banyak wartawan yang datang menyaksikan Tawan bekerja.

Isinya penuh dengan barang rongsokan: besi-besi tua yang berkarat, kulkas bekas, gunungan botol kemasan bekas, dan juga, beberapa ekor ayam – menyatu dengan kardus alas tidur dan sofa bekas.

Kisah ini mengesankan penemuan dan teknologi modern, namun ternyata juga diwarnai cerita yang berbau supranatural, atau malah klenik.

Riuh di Desa Nyutebel ini bermula enam tahun lalu, cerita istri Tawan, Nengah Sudiartini kepada saya.



Setelah bangun dari tidur, suaminya panik karena tidak tak bisa merasakan tangan kirinya.


Baca juga : Mahasiswa Bali Ciptakan Robot Khusus Corona


“Dia minta tolong, ‘tolong cari tangan saya!’. Saya cari tangannya, memang benar tidak ada, saya cari ke kolong ranjang tidak ada. Setelah satu jam, anak saya lihat lagi dan bilang masih ada kok tangannya. (Saya) lihat: iya memang ternyata masih, tadi dilihat enggak ada.”

Ini terdengar sebagai cerita yang diselimuti mistis. Tak banyak yang mungkin percaya, terutama di kota-kota modern. Tapi bukankah Bali dan banyak di daerah di Indonesia akrab dengan perbincangan ini?

Tawan, lanjut Nengah, pergi beberapa ke dokter, dan juga dukun, tapi tak menemukan jawaban pasti tentang penyebab penyakit. Putus asa, tanpa uang, dan tak bisa bekerja, Tawan kemudian mulai merakit ‘lengan robot’.



Kepada saya dan sejumlah wartawan lain yang datang pagi itu, Tawan memperagakan cara kerjanya -sebagaimana sudah diperlihatkan kepada puluhan wartawan lain dalam belasan kesempatan sebelumnya. Tangan kiri Tawan yang awalnya terlihat lunglai, tiba-tiba bergerak diikuti dengan suara desingan.

Hanya bisa digerakkan Tawan

Untuk membuktikannya sendiri, saya termasuk yang mencoba perangkat itu, bersama beberapa orang lain.

Namun kami tak bisa mencoba lengkap perangkat lengan robotik itu, karena katanya bagian lengan itu dirancang untuk ukuran lengan Tawan sendiri.

Jadi kami hanya bisa mencoba lingkaran kepala yang disebut sebagai pemicu gerak.

Mengenakan pemicu gerak itu di kepala beberapa belas detik, saya berpikir memerintahkan lengan untuk bergerak, namun tidak berhasil. Saya berpikir lebih keras, lengan tak juga bergerak. Akhirnya saya menyerah.


Baca juga : Seni Berpikir Kreatif di Masa Sulit


Begitu pun orang-orang lain yang mencobanya, juga tak ada yang berhasil menggerakan lengan itu. Sejauh ini, hanya Tawan sendiri yang bisa mengoperasikan lengan itu. Namun TAwan menyangkal jika dituding lengan itu tipuan.

Tawan menyatakan sempat sedih karena tak bisa bekerja setelah mengetahui tangan tak bisa digerakkan.

Tawan mengakui bahwa sistemnya mungkin tidak secanggih electroencephalogram (EEG) yang sebelumnya dia klaim. Tapi bukan berarti alatnya adalah sebuah tipuan.

“Prinsipnya seperti alat detektor kebohongan,” lantas Tawan menjelaskan. “Jadi saya ngarang-ngarang di kepala. Sehingga sinyal itu tertangkap alat. Itu saya manfaatkan dengan memberikan daya.”

Pakar teknik mesin dari Universitas Udayana yang sudah bertemu dengan Sutawan dan melihat mesin itu, termasuk yang meragukan klaim Tawan.

"Ketika saya bertemu dengan dia, mesinnya rusak. Jadi saya bertanya padanya bagaimana mesin itu bekerja,"katanya.

Dilihat dari strukturnya, itu adalah robot, tetapi ada beberapa komponen yang kurang," kata Wayan Widiada.


Baca juga :  Buat kolam renang garansi 10 tahun


“Saya ragu klaim itu, karena pada dasarnya, robot memiliki tiga komponen yang tidak bisa dipisahkan, yaitu mekanik, elektrik, dan pemrograman komputer. Alat itu memiliki struktur mekanik dan elektrik, tetapi tidak memiliki coding. Bagaimana mesin itu bisa menerima perintah tanpa program komputer?"

Sejumlah dosen dari kampus di Bali juga berdatangan ingin mencoba kreasi Sutawan. Tetapi belum ada yang bisa menggerakan selain Sutawan sendiri.

Sementara itu, Endra Pitowarno, dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan juga anggota dewan juri kontes robot nasional berpendapat bahwa Tawan setidaknya menggunakan ilmu pneumatics.

Kesimpulan sementara yang bisa kita ambil adalah tangan robot ciptaan Wayan masih belum memenuhi unsur ilmiah, namun dari sisi inovasi dan idenya sangat luar biasa.

Sejatinya kehadiran robot memang untuk membantu manusia agar lebih ringan dalam pekerjaan rutin mereka sehingga tidak mengerjakan pekerjaanb yang selalu berulang. Jadi robot bisa ambil alih dari sisi pekerjaan rutin ini. Sumber https://www.bbc.com

 

Diposkan oleh hardi di 9:33 PM
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: INOVASI

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

.

.
.

Translate

.

.
.

.

.
.

GRATIS AUDIO BOOK

GRATIS AUDIO BOOK
GRATIS AUDIO BOOK

.

.
.

ILMU OTOMATISASI SEDERHANA

ILMU OTOMATISASI SEDERHANA

.

.
.

Entri Populer

  • Voodoo rituals in Haiti - MUST READ !
    A voodoo ceremony held in the city of Souvenance, Haiti, Sunday, April 24, 2011. The ceremony which was attended by hundreds of followers of...
  • Misteri Kemunculan Virus Corona, Apakah Dunia Siap Menghadapinya?
    Misteri Kemunculan Virus Corona, Apakah Dunia Siap Menghadapinya? Siap tidak siap kita harus menghadapinya, mungkin Anda pikir Viru...
  • Apa yang Terjadi Jika Semua Kafe di Bali Menggunakan Konsep Website Afiliasi?
    Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia, dengan ribuan kafe yang tersebar di berbagai penjuru pulau.  Jika semua ...
  • Benefits of Having Beautiful Full Body Dolls in Your Workspace
    Benefits of Having Beautiful Full Body Dolls in Your Workspace   PESAN BONEKA CANTIK KLIK DI GAMBAR INI YAA Have you ever thought that as a...
  • Kamasutra Bali, New Trend - Hot !
    Bali is a unique sex veiled way. Many people do not know that outside Bali Bali has a cultural heritage that is very amazing sex. Kama T...
  • The World's Most Beautiful Bali carving
    IKLAN TEKS Carving Bali is very famous. If you like the engraving to a bed, bookcase, door or whatever, you should use a Balinese carvin...
  • FOUND sea shipwrecks WORTH 17 Billion Dollars , Must Read !
    Underwater treasure most expensive in the world, Ship "San Jose found! After 300 years ago, ancient marine vessels came from Spain is...
  • Benarkah Punya kolam Renang Membawa Hoki Kehidupan?
      Benarkah Punya kolam Renang Membawa Hoki Kehidupan? Ibarat magnet, manfaat kolam renang ternyata menarik segala hal terbaik dalam kehi...
  • Huntington's disease !
    Huntington's disease is a fatal genetic brain disorder that destroys a person's mental and physical abilities. The disease is quite ...
  • Albert Einstein Opening the Secret Theory of Relativity
    Albert Einstein, the name suddenly rose to the surface of the public. Genius makes the theory of relativity makes the world increasingly bel...

Arsip Blog

  • ►  2025 (43)
    • ►  August (22)
    • ►  February (6)
    • ►  January (15)
  • ►  2024 (6)
    • ►  December (5)
    • ►  March (1)
  • ►  2023 (67)
    • ►  October (5)
    • ►  September (18)
    • ►  August (12)
    • ►  July (5)
    • ►  May (2)
    • ►  April (15)
    • ►  March (10)
  • ►  2022 (41)
    • ►  December (7)
    • ►  August (1)
    • ►  July (7)
    • ►  June (2)
    • ►  May (4)
    • ►  April (11)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ▼  2021 (7)
    • ►  November (1)
    • ▼  October (6)
      • Bali Underwater Submarine Tour During The Corona P...
      • Balinese people are immune to the Corona Virus, it...
      • Goa Gala-Gala Bali, An Underground Meditation Pl...
      • The Man Who Created Robot Hands from Bali, I Wayan...
      • America challenges Japan Robot combat battle, worl...
      • Hebat, Mahasiswa Udayana Bali Ciptakan Robot Asist...
  • ►  2020 (10)
    • ►  December (8)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (9)
    • ►  January (9)
  • ►  2016 (25)
    • ►  December (13)
    • ►  February (2)
    • ►  January (10)
  • ►  2015 (218)
    • ►  December (22)
    • ►  November (12)
    • ►  October (11)
    • ►  September (10)
    • ►  August (7)
    • ►  July (20)
    • ►  June (5)
    • ►  May (14)
    • ►  April (12)
    • ►  March (11)
    • ►  February (36)
    • ►  January (58)
  • ►  2014 (45)
    • ►  December (1)
    • ►  October (9)
    • ►  September (35)
  • ►  2013 (12)
    • ►  November (12)
  • ►  2011 (97)
    • ►  October (23)
    • ►  June (9)
    • ►  May (11)
    • ►  April (19)
    • ►  March (15)
    • ►  February (5)
    • ►  January (15)
  • ►  2010 (75)
    • ►  December (11)
    • ►  November (14)
    • ►  October (10)
    • ►  September (7)
    • ►  August (27)
    • ►  July (6)

.

.
.

COOL INFO

BUAT KOLAM RENANG

BUAT KOLAM RENANG

COOL NEWS

.

.
.

.

.
.

.

.
.

Translate

MESIN PENCARI

GREAT NEWS

VISITOR UNIQUE 2015


Tracking Code
Powered by Blogger.